Showing posts with label astronomi. Show all posts
Showing posts with label astronomi. Show all posts

Tuesday, September 1, 2009

Planet Mars Hebohkan Bumi

INILAH.COM, Jakarta – Fenomena Mars yang akan terlihat sebesar bulan dan bisa dilihat dengan mata telanjang telah membuat heboh. Kejadian ini dianggap sebagai fenomena besar dan hanya terjadi dalam 60 ribu tahun sekali. Namun ilmuwan mengingatkan jika Mars terlihat sebesar bulan, maka bumi akan kiamat.

Email yang berisi pemberitahuan Mars akan bisa dilihat dengan mata telanjang pada 27 Agustus telah menyebar ke penjuru dunia. Pesan yang tidak jelas asalnya itu menyebut planet merah itu akan berukuran sebesar bulan. Dan orang tidak akan bisa melihat penampakan sebesar itu lagi untuk kedua kalinya.

Email itu selalu menyebar ke seluruh dunia tiap musim panas dalam periode lima tahunan. Email hoax Mars itu telah menjadi legenda cyber, dan astronom harus kerja keras untuk membantahnya.

"Kemungkinan melihat Mars sebesar bulan itu adalah hal yang sangat ditunggu-tunggu. Namun sedihnya, pemahanan orang hanya sedikit mengenai astronomi dan tidak percaya hal itu hanya bohong,” kata Marc Jobin, staf astronom di Montreal Planetarium di Quebec.

Email berita bohong itu sudah muncul beberapa tahun lalu. Planet termasuk bumi sebenarnya memang tidak berada di orbit secara sempurna. Dan saat berada di jalur elips jarak planet ke matahari bisa berubah-ubah sepanjang waktu.

Sebagai contoh orbit Mars dari bumi bisa bervariasi dari 55,7 juta kilometer hingga 401,3 juta kilometer. Pada 27 Agustus 2003, Mars membuat sejarah karena posisinya sangat dekat dengan bumi hanya 56 juta kilometer. Posisi sangat dekat seperti itu tidak akan terulang dalam 60 ribu tahun, atau akan terjadi lagi pada 28 Agustus 2287.

Pada 2003 planetarium itu memberikan pemberitahuan bahwa itu benar-benar peristiwa astronomi. Ketika itu jika dilihat dari teleskop, Mars terlihat sebesar bulan penuh jika dilihat dengan mata telanjang, jelas Geza Gyuk, astronomer di Adler Planetarium di Chicago, Illinois.

Fenomena itu kemudian disebarluaskan melalui email. Tapi sayangnya informasi "harus dilihat menggunakan teleskop" itu dihilangkan, dan orang menyangka bisa melihat Mars sebesar bulan dengan mata telanjang.

Jika dengan mata telanjang, maka Mars akan terlihat tidak lebih dari bintang berwarna oranye terang di angkasa. Namun begitu email itu terus menyebar. Untungnya, Mars tidak akan sebesar itu di langit kita.

Jika planet merah benar-benar sebesar yang disebut di email, berarti itu jaraknya hanya 750 ribu km dari bumi. Itu artinya hanya dua kali jarak bulan. Dengan jarak seperti itu, Jobin mengatakan kehidupaan di bumi kemungkinan akan punah.

Gaya gravitasi antar planet dan matahari dalam jarak dekat dengan Mars akan menimbulkan konsekuensi besar pada orbit bumi. Akibatnya, planet kita akan berayun makin jauh dan makin dekat dengan matahari.

"Itu akan mengubah iklim secara radikal dan dengan panas serta dingin yanag ekstrem membuat hidup yang sulit dan bahkan tidak bisa menunjang adanya kehidupan,” katanya.

Friday, July 31, 2009

Rusia Beberkan UFO Segitiga Bermuda

(istimewa)

INILAH.COM, Jakarta – Angkatan laut Rusia mengungkapkan catatan penampakan UFO. Laporan itu sebagian besar merupakan penampakan di lokasi perairan.

“Kebanyakan ada di bagian lautan dalam Samudera Atlantik, di selatan Segitiga Bermuda juga di Laut Karibia," kata penjabat intelejen seperti dikutip dari situs Rusia berbahasa Inggris Russia Today.

Kejadian lain menyangkut enam obyek yang tidak diketahui, mengikuti kapal selam nuklir di Pasifik. Saat kapal selam menuju permukaan terus diikuti oleh obyek itu. Namun obyek itu kemudian terbang keluar dari air dan menghilang.

Peristiwa yang paling besar adalah saat militer menyelam di Lake Baikal Siberia yang merupakan danau paling dalam di dunia. Penyelam menemukan makhluk humanoid berpakaian warna silver di kedalaman 160 kaki. Tiga orang tewas dalam penyelidikan itu. [ito]
sumber:http://www.inilah.com/berita/teknologi/2009/07/29/134485/rusia-beberkan-ufo-segitiga-bermuda/

Thursday, July 16, 2009

Mantan Astronot NASA : Aliens Itu Memang Ada

Kehidupan Aliens itu memang ada nyatanya, akan tetapi kebenarannya selama ini ditutup-tutupi oleh pemerintah Amerika Serikat. Demikian sebuah pernyataan yang disampaikan seorang mantan astronot NASA, DR Edgar Mitchell.

Melansir pemberitaan Telegraf, Kamis (23/4) disebutkan Mitchell yang pernah ambil bagian dalam misi ke bulan tahun 1971 ini membuat pernyataan tersebut saat berpidato dalam sebuah forum X-Conference tahun ke-5, pertemuan bagi mereka yang memercayai keberadaan UFO dan bentuk kehidupan lainnya.

Dikatakan juga bahwa dia pernah mencoba menyelidiki 'Insiden Roswell' tahun 1947 yang sebagian orang meyakini telah terjadi tubrukan saat UFO mendarat, namun saat ditutup-tutupi oleh otoritas militer AS.

[Image: htroswell070706ms.jpg]

Mantan astronot yang kini berusia 78 tahun itu mengatakan, "Kita tidak sendirian. Menurut saya, kehidupan kita ini merupakan bagian dari komunitas jagad raya, kita semestinya siap menjangkau sesuatu di luar planet dan sistem tata surya kita untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di luar sana."

Mitchell sendiri dibesarkan di Roswell, New Mexico di mana sejumlah orang meyakini tempat tersebut pernah menjadi pendaratan UFO tahun 1947. Diungkapkannya saat itu pihak militer AS meminta Mitchell untuk tutup mulut dan tidak boleh menceritakan apa yang dia ketahui kepada warga.

Dia mengaku mencoba mengangkat masalah tersebut melalui bukti-bukti dari penduduk lokal kepada Pentagon 10 tahun silam. Seorang perwira berpangkat marsekal yang tidak disebutkan namanya di Staf Angkatan Udara AS berjanji akan memberikan informasi lebih banyak kepadanya. Namun, pada tahap berikutnya dia tidak diperkenankan untuk meneliti lebih dalam bahkan sekarang ini pejabat tersebut membantah kisah-kisah semacam itu.

"Saya menganjurkan kepada Anda sekalian yang merasa ragu untuk banyak membaca buku dan mulai memahami apa yang sebenarnya terjadi. Sebab tidak ada keraguan bahwa kita benar-benar pernah kedatangan tamu asing," ujar Mitchell. Dia menambahkan bahwa alam semesta yang kita tempati ini jauh lebih luas, lebih kompleks dan tak terjangkau dari yang kita ketahui sekarang ini.

Stephen Bassett, ketua Kelompok Riset Paradigma (PRG) yang menjadi pembawa acara pertemuan X-Conference tersebut kepada CNN menegaskan bahwa ada sesuatu yang dirahasiakan pemerintah Amerika terkait keberadaan UFO. (g)

Wednesday, July 15, 2009

Galaksi Bimasakti dan Andromeda Mendekat

JAKARTA, KOMPAS.com - Data dari peneropongan puluhan teleskop raksasa di dunia telah mengungkap proses yang terjadi di jagat raya. Diketahui Galaksi Bimasakti dan Andromeda atau M31 bergerak mendekat. Dalam dua miliar tahun, dua galaksi itu akan mulai bertabrakan. Saat itu akan mengakibatkan kiamat bagi bumi yang berada di Galaksi Bimasakti.

Hal ini dilontarkan Tony Seno Hartono selaku National Technology Officer Microsoft Indonesia seusai penyerahan perangkat World Wide Telescope (WWT) kepada Direktur Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP Iptek) Finarya Legoh di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Rabu (10/6).

Perangkat WWT terdiri atas teleskop elektron yang dihubungkan dengan sistem komputer interaktif. Di dalamnya berisi database yang memuat paduan gambar benda-benda di antariksa yang diambil dari 21 teleskop yang tersebar di dunia. Pemaduan gambar yang jumlahnya mencapai jutaan itu dilakukan Jim Crey dari Microsoft. Data yang diberikan NASA untuk WWT atau publik merupakan data pemantauan enam bulan silam, kata Tony.

Dengan memadukan hasil peneropongan ini, selain kemungkinan tabrakan antargalaksi juga diketahui, bulan ternyata bergerak menjauh 3 sentimeter per hari. ”Dengan demikian, pada suatu ketika kita tak lagi melihat bulan dari permukaan Bumi dengan mata telanjang,” ujar Tony.

Staf Ahli Menteri Negara Riset dan Teknologi Engkos Koswara menjelaskan, selain ditempatkan di PP Iptek, perangkat WWT lebih dulu dioperasikan di Teropong Bintang Bosscha, Lembang, sebagai sarana pembelajaran bagi mahasiswa Astronomi ITB. Perangkat WWT pertama kali diperkenalkan Bill Gates kepada Presiden RI ketika berkunjung ke Jakarta beberapa tahun lalu.

Dalam sambutannya, Finarya mengatakan, selain WWT di PP Iptek juga terdapat galeri astronomi dan beberapa teleskop matahari yang bisa digunakan pengunjung. Dalam menyambut tahun Astronomi Internasional pada 2009, PP Iptek juga menggelar beberapa kegiatan terkait, antara lain perkemahan siswa untuk melakukan peneropongan bintang malam hari.